Air Terjun Nokan Nayan, atau dalam bahasa Uud Danum dikenal sebagai Nohkan Lonanyan, adalah salah satu permata tersembunyi di jantung Kalimantan Barat. Terletak di Desa Deme, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, air terjun ini menjulang megah dengan ketinggian sekitar 180 meter, menjadikannya salah satu air terjun tertinggi di Indonesia.
![]() |
| Gambar Air Terjun Nokan Nayan |
Air Terjun Nokan Nayan terdiri dari dua aliran air terjun yang berdampingan: Nokan Nayan dan Jongonoi. Kedua aliran ini berasal dari dua sungai berbeda namun jatuh bersamaan di ujung sebuah lembah, menciptakan pemandangan yang luar biasa. Debit air yang besar, terutama saat musim penghujan, menghasilkan kabut tebal yang sering memunculkan pelangi abadi di bawah sinar matahari siang .
Akses Menuju Lokasi
Perjalanan menuju Air Terjun Nokan Nayan merupakan petualangan tersendiri. Dari pusat Kota Sintang, perjalanan dilanjutkan ke Nanga Pinoh di Kabupaten Melawi menggunakan kendaraan darat. Dari sana, perjalanan berlanjut dengan speedboat menyusuri Sungai Melawi hingga mencapai Kemangai, ibu kota Kecamatan Ambalau. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 6 jam dengan speedboat atau 2-3 hari dengan perahu kecil.
Dari Kemangai, perjalanan dilanjutkan menggunakan speedboat menyusuri Sungai Jengonoi menuju Dusun Ukai. Dari Kampung Ukai, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam ke Desa Nanga Menantak. Kemudian, dari Desa Menantak, perjalanan menggunakan perahu ke Desa Deme selama 3 jam. Dari Desa Deme, perjalanan dilanjutkan dengan perahu kecil menuju titik terakhir penambatan perahu (Tolian Ponohkak) selama 3 jam, tergantung pada kondisi air sungai.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menaiki tanjakan Tuhkat Pasang, yang merupakan dinding lembah Sungai Jongonoi. Perjalanan ini menantang dan memerlukan stamina yang baik, namun keindahan alam yang disuguhkan akan sebanding dengan usaha yang dikeluarkan .
Mitos dan Kepercayaan Lokal
Air Terjun Nokan Nayan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kaya akan cerita mistis. Masyarakat setempat percaya bahwa area sekitar air terjun merupakan tempat bermukimnya makhluk halus. Oleh karena itu, air terjun ini sering dijadikan lokasi untuk ritual adat tertentu. Pengunjung diharapkan menghormati kepercayaan dan adat istiadat masyarakat setempat serta mematuhi pantangan yang ada .
Potensi dan Pemanfaatan
Meskipun belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pariwisata, Pemerintah Kabupaten Sintang telah merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sekitar Air Terjun Nokan Nayan dan Air Terjun Nokan Jengonoi. Dua air terjun ini diperkirakan dapat menghasilkan listrik sebesar 2x50 Megawatt (MW), yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 110 ribu rumah .
Tips Berkunjung
Persiapan Fisik dan Mental:
Perjalanan menuju air terjun ini memerlukan stamina yang baik dan kesiapan mental untuk menghadapi medan yang menantang.
Peralatan dan Perbekalan:
Bawa peralatan trekking yang sesuai, serta perbekalan makanan dan minuman yang cukup.
Pemandu Lokal:
Disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal yang memahami medan dan adat istiadat setempat.
Hormati Adat dan Kepercayaan:
Selalu menghormati adat dan kepercayaan masyarakat setempat, serta mematuhi pantangan yang ada.
Keamanan:
Hindari perjalanan saat musim penghujan karena debit air sungai dapat meningkat drastis, meningkatkan risiko perjalanan.
Air Terjun Nokan Nayan adalah destinasi yang sempurna bagi para pecinta alam dan petualangan yang mencari pengalaman unik dan menantang. Keindahan alam yang masih alami, dipadukan dengan kekayaan budaya dan cerita mistis, menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi yang patut dikunjungi di Kalimantan Barat.
